Pertumbuhan Benih Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer, Bloch 1790) pada Berbagai Salinitas dan Dosis Pakan Limbah Kepala Udang dalam Wadah Terkontrol

Authors

  • A. Masyahoro Program Studi Akuakultur, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Jl. Soekrano Hatta No. KM. 9, Tondo, Kec. Mantikulore, Kota Palu, Indonesia, 94148
  • Moh Arif Budias Setiawan Program Studi Akuakultur, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Jl. Soekrano Hatta No. KM. 9, Tondo, Kec. Mantikulore, Kota Palu, Indonesia, 94148

DOI: https://doi.org/10.22487/jiagrisains.v24i2.2023.103-113

Keywords:

dosis pakan, ikan kakap putih, kepala udang, pertumbuhan, salinitas

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan benih ikan kakap putih (Lates calcarifer) pada salinitas dan dosis pemberian pakan berbahan limbah tepung kepala udang yang berbeda dalam wadah  terkontrol. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial, yang terdiri atas 2 faktor perlakuan yaitu salinitas (S) dan dosis pemberian pakan yang berbahan limbah kepala udang (P). Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Salinitas pada kisaran 27‰, 30‰ dan 33‰ kemudian dosis pemberian pakan yaitu 3%, 5% dan 7%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan yang paling baik terhadap respon pertumbuhan benih ikan kakap putih yaitu pada kombinasi perlakuan S2P1 (30‰ dan 3%), yaitu dengan nilai kelangsungan hidup 100%, pertumbuhan panjang mutlak 0,32±0,131 cm, pertumbuhan bobot mutlak 0,74±0,070 g, bobot harian 0,025±0,002 g/hari dan untuk nilai rasio konversi pakan 0,47±0,172% menjadi yang paling efisien dibandingkan perlakuan lainnya. Tidak terdapat pengaruh interaksi (p>0,05) antara salinitas dan dosis pemberian pakan berbeda terhadap semua variabel pengamatan, namun secara mandiri terdapat pengaruh masing-masing faktor salinitas dan faktor pakan terhadap pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan bobot spesifik dan rasio konversi pakan.

References

Akbar, S., Marsoedi, M., Soemarno, S., & Kusnendar, E. (2012). Pengaruh Pemberian Pakan yang Berbeda terhadap Pertumbuhan Ikan Kerapu Macan (Ephinephelus fuscoguttatus) pada Fase Pendederan di Keramba Jaring Apung (KJA). Teknologi Pangan: Media Informasi Dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian, 1(2), 93–101. https://doi.org/10.35891/tp.v4i1.492

Asma, N., Muchlisin, Z. A., & Hasri, I. (2016). Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Peres (Osteochilus vittatus) pada ransum Harian yang Berbeda. Skripsi tidak diterbitkan. Aceh: Syiah Kuala University.

Asmaini, A., Handayani, L., & Nurhayati, N. (2020). Penambahan Nano CaO Limbah Cangkang Kijing (Pilsbryocncha exilis) pada Media Bersalinitas untuk Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, 7(1), 1–7.

Buwono, I. D. (2000). Kebutuhan Asam Amino Esensial dalam Ransum Ikan. Kanisius. Surabaya.

Christensen, E., & Li, A. (2014). Physical and Chemical Processes in the Aquatic Environment. John Wiley & Sons. New York.

Erlansyah, Hasim, & Mulis. (2014). Pengaruh Frekuensi Pemberian Pakan Otohime terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Kerapu Bebek di BPBILP Lamu Kabupaten Boalemo. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan., 2(1), 42–46.

Food and Agriculture Organization. (2007). The State of World Fisheries and Aquaculture.

Hardianti, Q., Rusliadi, R., & Mulyadi, M. (2016). Effect of Feeding Made with Different Composition on Growth and Survival Seeds of Barramundi (Lates calcarifer, Bloch). Skripsi tidak diterbitkan. Riau: Riau University.

Hendrianto, H., Siregar, M., Muhlis, S., & Darmono, A. (2018). Pertumbuhan Kompensatori dan Efisiensi Pakan pada Budidaya Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer, Bloch) melalui Pemuasaan di Keramba Jaring Apung. Simbiosa, 7(2), 81–94.

Heptarina, D. (2006). Pengaruh Pemberian Pakan dengan Kadar Protein Berbeda terhadap Kinerja Pertumbuhan Junevil Udang Putih Litopenaeus vannamei. Skripsi tidak diterbitkan. Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor.

Jaya, B., Agustriani, F., & Isnaini. (2013). Laju Pertumbuhan dan Tingkat Kelangsungan Hidup Benih Kakap Putih (Lates calcarifer, Bloch) dengan Pemberian Pakan yang Berbeda. Maspari Journal: Marine Science Research, 5(1), 56–63.

Kordi, K. M. G. H. (2009). Budidaya Perairan. Citra Ditya Bakti. Bandung.

Montgomery, D. C. (1991). Design and Analysis of Experiment (Third edition). John Wiley & Sons. New York.

Prihatini, E. S. (2010). Pengaruh Pemberian Tepung Kepala Udang sebagai Substitusi Tepung Ikan dalam Ransum terhadap Laju Pertumbuhan Udang Windu. Grouper: Jurnal Ilmiah Perikanan, 1(1), 17–22.

Priyono, A., Selamet, B., Aslianti, T., Setiadharma, T., Setyadi, I., Permana, I. G. N., & Setiawibawa, G. (2013). Pembesaran Ikan Kakap Putih, Seabass (Lates calcarifer) di Tambak dengan Pemberian Pakan Pelet Kandungan Protein Berbeda untuk Calon Induk melalui Sistem Pertumbuhan. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut Bali. Konferensi Akuakultur Indonesia, 245–251.

Rahayu, N., Dewiyanti, I., Satria,S. (2019). Pengaruh Pemberian Caulerpa sp. dalam Penyerapan Nitrogen pada Pendederan Ikan Kakap Putih. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan dan Perikanan Unsyiah, 4(3), 143–151.

Rahman, S. A., Athirah, A., & Asaf, R. (2017). Konsentrasi Pengenceran Salinitas terhadap Kemampuan Osmoregulasi Ikan Capungan Banggai (Pterapogan cauderni). Jurnal SAINTEK Peternakan dan Perikanan, 1(2), 66–72.

Rayes, R. D., Sutresna, I. W., Diniarti, N., & Supii, A. I. (2013). Pengaruh Perubahan Salinitas terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer Bloch). Jurnal Kelautan: Indonesian Journal of Marine Science and Technology, 6(1), 47–56.

Retnani, H. T., & Abdulgani, N. (2013). Pengaruh Salinitas terhadap Kandungan Protein dan Pertumbuhan Ikan Bawal Bintang (Trachinotus blochii). Jurnal Sains dan Seni ITS, 2(2), 177–181.

Sahputra, I., Khalil, M., & Zulfikar, Z. (2017). Pemberian Jenis Pakan yang Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Kakap Putih (Lates calcalifer, Bloch). Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, 4(2), 65–75.

Schipp, G., Humphrey, J. D., & Bosmans, J. (2007). Northern Territory barramundi farming handbook. Department of Primary Industry, Fisheries and Mines. Australia.

SNI. (2014). Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer, Bloch 1790). SNI 6145.3-2014. Badan Standardisasi Nasional. Jakarta.

Surnawati, S., Nurliah, N., & Surnawati, F. A. (2020). Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Kakap Putih Lates calcarifer, Bloch dengan Pemberian Dosis Probiotik yang Berbeda. Jurnal Ruaya: Jurnal Penelitian Dan Kajian Ilmu Perikanan Dan Kelautan, 8(1), 38–44. http://dx.doi.org/10.29406/jr.v8i1.1449

Tahe, S., & Suwoyo, H. S. (2011). Pertumbuhan dan Sintasan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) dengan Kombinasi Pakan Berbeda dalam Wadah Terkontrol. Jurnal Riset Akuakultur, 6(1), 31–40.

Watanabe, T. (1988). Fish Nutrition and Mariculture JICA Textbook the General Aquaculture Course. Departement of Aquatic Biosciences Tokyo Universityof Fisheries. Tokyo. Jepang

Windarto, S., Hastuti, S., Subandiyono, S., Nugroho, R. A., & Sarjito, S. (2019). Performa Pertumbuhan Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer Bloch, 1790) yang Dibudidayakan dengan Sistem Keramba Jaring Apung (KJA). Sains Akuakultur Tropis: Indonesian Journal of Tropical Aquaculture, 3(1), 56–60. https://doi.org/10.14710/sat.v3i1.4195

Published

06-10-2023

How to Cite

Masyahoro, A., & Setiawan, M. A. B. . (2023). Pertumbuhan Benih Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer, Bloch 1790) pada Berbagai Salinitas dan Dosis Pakan Limbah Kepala Udang dalam Wadah Terkontrol. Jurnal Ilmiah AgriSains, 24(2), 103–113. https://doi.org/10.22487/jiagrisains.v24i2.2023.103-113